GENTABUANANEWS.COM @2016 . Powered by Blogger.

Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Dropship Engine 728x90
» » » Beredarnya Isu Racun Tikus di Kopi Mirna



Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti menyesalkan beredarnya kabar terdapat racun tikus di es kopi Vietnam di Restauran Olivia, West Mall, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Isu tersebut ditulis seseorang di media sosial menyusul tewasnya Wayan Mirna Salimin usai minum kopi di kedai tersebut. Perempuan 27 tahun itu mendadak kejang-kejang sesaat setelah minum es kopi Vietnam hingga akhirnya meninggal.
‎"Gini loh, orang mati bisa disebabkan apa saja. Polisi nggak boleh bilang katanya. Kan ada yang bilang katanya karena keracunan," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/1/2016).
Krishna mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menulis sesuatu di media sosial. Sebab, jika tidak memiliki bukti dan dasar yang kuat, penulis bisa saja dikenai Pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Hati-hati loh orang yang meng-update di media sosial yang mengatakan dikasih racun tikus. Lebih baik dia lapor polisi supaya tidak muncul pelanggaran ITE," kata dia.
"Mana bisa kafe ngasih racun tikus? Kalau ada, mati semua satu kafe,"‎ ujar Krishna.
Krishna menduga, kematian Mirna terjadi lantaran korban memiliki riwayat penyakit tertentu. Sebab, kopi dapat memberikan efek yang berbeda kepada peminumnya tergantung kondisi kesehatan yang dialami.
"Nggak usah dia, saya aja kalau minum kopi, lambung saya naik. Saya juga bisa muntah kalau  kopi keras," kata Krishna.
Kasus tersebut kini masih ditangani aparat Polsek Metro Tanah Abang. Selain memeriksa sisa kopi yang diminum, polisi juga menelusuri riwayat kesehatan korban.
"Biar itu ditangani Polsek Tanah Abang dan berjenjang ke Polres Jakpus. Kalau perlu back up, nanti kami (Polda Metro Jaya) akan back up," tutup Krishna.

 Pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab tewasnya Wayan Mirna Salimin (27), yang menghembuskan napas terakhir setelah menyeruput kopi di salah satu kedai kopi di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Penyelidikan sementara, 2 rekan Mirna tidak sempat mencicipi kopi yang dipesan korban.
"Kalau lihat dari CCTV, kedua rekan korban tidak sempat mencicipi kopi karena mereka panik melihat rekannya kejang," kata Kapolsek Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Jefri Ronal Parulian Siagian.
Menurut Jefri, ada 8 CCTV yang terpasang di lokasi kejadian. "Semuanya kita pelajari," ujar dia.
Masih berdasarkan CCTV, ujar Jefri, saat Mirna mengalami kejang, beberapa karyawan kedai kopi dan 2 rekan korban membantu mengevakuasi Mirna ke klinik Grand Indonesia.
Saat ini, polisi belum mengambil keterangan dari pihak keluarga almarhumah. Orangtua Mirna baru akan menyampaikan keterangan setelah putrinya tersebut dimakamkan.
"Untuk saksi yang diperiksa baru 5 orang dari karyawan toko, orangtua dan juga temannya belum kita periksa," kata Jefri.

Sumber : U MSN Indonesia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Vera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments

Leave a Reply

Perform

video

Feature

SPONSOR

Cat-6